Disuatu sekolah, mendekati jam istirahat.
Seorang pengajar menyuruh pada siswanya untuk menuliskan beberapa nama orang
Yang dia sayangi. Kemudian siswa tadi melisnya satu per satu. Setelah semua lengkap, kemudian pengajar tadi menyuruhnya untuk menyoret salah satu dari nama tadi. Setelah dia menyoret salah satu, sang guru menyuruhnya lagi untuk menyoret satu lagi, hingga akhirnya tinggal nama orangtuanya, anaknya, dan suaminya.
Diantara itu, sang guru suruh menyoret lagi. Dengan berat hati dia, dengan tangan lemas dia lalu mencoret nama orang tuanya. Sekarang tinggal dua. Sang guru suruh menyoret lagi, dengan berat, dia mengangkat tangannya dan menyoret nama anaknya. Bersamaan itu pecah kesunyian menjadi sebuah tangis....
Yang tertinggal hanyalah nama suaminya. Selang beberapa saat, setelah semua kembali sunyi. Sang guru bertanya kepada siswa tadi. Kenapa kamu menyoret nama anakmu dan orang tuamu?? Siswa tadi menjawab.
Aku coret orang tuaku karena mereka pasti meninggalkan kita.
Aku coret anakku karena setelah dia besar dan menikah, dia akan meninggalkan aku.
Sedangkan suamiku yang akan menemaniku disaat duka dan duka. Disaat kesendirian itu muncul. Hanya dia yang menemaniku diwaktu itu berjalan..
Kehidupan seperti bawang bombai.. yang akan kita kupas kulitnya satu demi satu. Dari lingkungan yang begitu besar, hingga menjadi lingkaran kecil....




Tidak ada komentar:
Posting Komentar